Malaysia Langgar Perbatasan Ambalat 38 kali dalam setahun

Posted by saint_54f on Friday, October 24, 2008

Tahun ini, Angkatan Bersenjata Diraja Malaysia telah  "38 kali" melanggar perbatasan Ambalat, yang telah dituturkan oleh Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono. Yang lebih parahnya lagi, Malaysia belum meminta maaf secara resmi atas insiden tersebut, seakan akan Indonesia bukanlah negara berdaulat yang patut dihargai kedaulatannya. Mungkin bagi mereka, pelanggaran yang demikian adalah hal biasa yang tak perlu dipermasalahkan, toh pemerintah Indonesia Adem Ayem aja.

Pemerintah Indonesia "Hanya" mengandalkan penyelesain secara persuasif yang tidak memiliki batas toleransi pelanggaran, hal itu membuat Indonesia seakan akan takut dan tak berdaya menghadapi Malaysia. Saya yang baru tahu tentang berita tersebut benar benar terkejut, betapa kurang ajarnya Malaysia. Yang saya kira Kasus Ambalat telah selesai beberapa tahun yang lalu ternyata Malaysia dengan entengnya masih melanggar perbatasan Ambalat sampai saat ini. Memangnya ada apa sih di Ambalat sampai begitu tertariknya Malaysia akan daerah tersebut?

Amabalat memiliki kandungan Minyak bumi yang sangat besar dan konon dapat mencukupi kebutuhan selama 30 tahun. Malaysia yang merupakan negara "Orang Kaya Baru" pastilah membutuhkan bahan bakar demi mendukung perindustriannya. Bahkan Illegal Logging yang terjadi di Kalimantan hasilnya dijual ke Malaysia. Yang membuat saya kesal, pada saat terjadi kebakaran hutan, Indonesia yang disalahkan atas pencemaran udara (asap) yang terjadi yang notabene diakibatkan oleh perusahaan perusahaan asal Malaysia yang membuka lahan untuk dijadikan perkebunan sawit dengan cara membakar hutan. Belum lagi nasib TKI kita yang menderita di Malaysia. lengkap sudah penderitaan Indonesia.

Apakah kita harus duduk diam menghadapi pelanggaran yang dilakukan oleh Malaysia? bukankah ini sudah keterlauan karena melanggar sampai 38 kali? Apa kita harus menunggu Pulau Bali jadi milik negara lain baru bisa bertindak tegas? dimana harga diri bangsa ini?

Memang tidak salah mengutamakan dialog dalam menyelesaikan permasalahan, namun sepertinya dialog kurang efektif dalam menyelesaikan kasus ini. Sebaiknya dibuat aturan jelas tentang masalah pelanggaran perbatasan dan tindakan apa yang akan dilakukan sesuai dengan tingkatan pelanggaran yang terjadi, kalau bisa tembak ditempat bila telah terlalu jauh melanggar, Masak TNI cuma berani sama perahu nelayan asing, sekali kali dengan sesama angkatan bersenjata dong. Dengan begitu, kedaulatan Indonesia akan tetap terjaga.

 

Sumber  :

Detik.com

 

 

   

{ 7 comments... read them below or add one }

Panda said...

Ambalat kian gawat !!!!

SAVE OUR AMBALAT

Septian said...

benar mas, kalo ga kita, siapa lagi yang harus bertindak. BTW, sudah siap belum kalau suatu saat ada wajib militer?

article said...

wajib militer? wuiihhh... ga sampe segitunya kalii
tp yg jelas NKRI harga mati (kata2 abri)

Septian said...

kemungkinan kan pasti ada, kalau NKRI benar benar gawat, mungkin rakyat juga akan ikut serta.

Semoga aja tidak terjadi yah..

andreas said...

bener bgt...ms indonesia dh ga da harga diri nya

Anonymous said...

ah...... malaysia tu ada apa....!!!
tembak dulu baru bicara, jangan mau dianggap remeh sama bangsa lain. kita ini bangsa besar, masa' malaysia bangsa seta'i kuku koq mau menginjak-injak MACAN ASIA. Aku dibelakangMu "MErah PUTIH"

Poetra ALOR, NTT.

azula said...

Aku turut prihatin atas tindakan TNi.Yg hanya bisa mengusir aja.Tangkap dong kalau bisa di penjara aja kan melanggar hukum.Klu melawan tembak aja.Kita ini negara hukum.Jalankan hukum kita.Jangan hanya buat rakyat aja.

Post a Comment

Terima Kasih telah membaca artikel Blog Fujianto View. Sudi kiranya kamu untuk berkomentar pada artikel ini.

Dilarang keras melakukan SPAM dan COPAS tanpa link balik! Terima Kasih ^^

You are not allowed to Spamming here!!